Senin, 18 Oktober 2010

[ISD - BAB 4] Pemuda dan sosialisasi

Internalisasi Belajar dan Spesialisasi

Pengertian pemuda
Secara biologis pemuda dapat diartikan sebagai manusia yang berumur 15-30 tahun yaitu fase dimana proses dari anak-anak menuju pendewasaan diri. Pada proses itu, pemuda mulai mencari jati dirinya masing-masing dan menyadari bahwa mereka adalah generasi penerus perjuangan dari generasi-generasi sebelumnya.
Keanekaragaman budaya, kemajuan teknologi juga kehidupan masyarakat yang semakin kompleks membuat pemuda Indonesia yang semakin beraneka ragam

Pengertian sosialisasi
Sedangkan sosialisasi terhadap generasi muda adalah proses penyelarasan, pembinaan dan pengembangan pada kehidupan-kehidupan yang ada di masyarakat. Lingkungan yang dihadapi oleh para pemuda baik di tempat pendidikan, lingkungan rumah maupn lingkungan lainnya memberikan pengaruh penting bagi proses pembentukan jati diri dari seorang pemuda.
Lingkungan hidup yang baik, pendidikan yang yang berkualitas juga pergaulan yang sehat dapat memberikan dampak yang positif bagi pengembangan diri pemuda. Sebaliknya, apabila lingkungan hidup dan pergaulan yan sehat, juga pendidikan yang rendah lebih menyulitkan para pemuda untuk menjadikan jati diri yang baik.

Internasilasi, belajar dan spesialisasi.
Makna antara internalisasi, belajar dan spesialisasi sesungguhnya sama yaitu proses penerapannya melalui interaksi social.
Internalisasi lebih ditekankan pada norma-nroma individu yang menginternasilasikan norma-norma tersebut sedangkan belajar ditekankan pada perubahan tingkah laku, yang semula tidak dimiliki sekarang telah dimiliki oleh seorang individu dan spesialisasi ditekankan pada kekhususan yang telah dimiliki oleh seorang individu, kekhususan timbul melalui proses yang agak panjang dan lama

Proses sosialisasi
Proses sosialisasi dapat diberikan dalam kehidupan sehari-hari melalui ligkungan hidupnya, kultur di daerah tempat tinggal,sehingga para pemuda dapat menerapkan nya pada kehidupan sehari-hari, dari cara hdup berkelompok, cara berkomunikasi dengan orang-orang sekitar juga mengikuti kegiatan dari adat sekitar.
Thomas Ford Hoult, menyebutkan bahwa proses sosialisasi adalah proses belajar individu untuk bertingkah laku sesuai dengan standar yang terdapatdalam kebudayaan masyarakatnya. Menurut R.S. Lazarus, proses sosialisasi adalah proses akomodasi, dengan mana individu menghambat atau mengubah impuls-impuls sesuai dengan tekanan lingkungan, dan mengembangkan pola-pola nilai dan tingkah laku-tingkah laku yang baru yang sesuai dengan kebudayaan masyarakat

Peranan sosial mahasiswa dan pemuda di masyarakat
Pada masa 1990 sampai 2000 an demonstrasi masih marak di berbagai tempat. Pada masa itu mahasiswa dan pemuda menyebutkan dirinya sebagai Gerakan Moral. Sedangkan pada mahasiswa yang lain gerakan mahasiswa menyebutkan dirinya sebagai gerakan Politik.
Mahasiswa menjadi pecah dan terkadang pragmatis. Tidak menjadi rahasia umum lagi mahasiswa dibayar untuk berdemonstrasi.
Sebelum terlalu jauh meneropong peranan mahasiswa di luar kampus– walaupun klise– sebaiknya kita mesti ingat bahwa tugas utama mahasiswa dan pemuda adalah belajar di sekolah/kampus.
Peranan sosial mahasiswa dan pemuda di masyarakat, kurang lebih sama dengan peran warga yang lainnnya di masyarakat. Mahasiswa mendapat tempat istimewa karena mereka dianggap kaum intelektual yang sedang menempuh pendidikan. Pada saatnya nanti sewaktu mahasiswa lulus kuliah, ia akan mencari kerja dan menempuh kehidupan yang relatif sama dengan warga yang lain. (sumber : kaskus)


Pemuda dan Identitas

Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda
Pembinaan dan pengembangan Generasi Muda disusun berlandaskan:
Landasan Idiil                       : Pancasila
Landasan konstitusional    : Undang-Undang Dasar 1945
Landasan stategis                : Garis – garis Besar Haluan Negara 
Landasan historis                : Sumpah Pemuda 1928 dan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945
Landasan Normatif             : Etika, tata nilaidan tradisi luhur

Pengertian pokok pembinaan dan pengembngan generasi muda
 Pembinaan dan pengembngan generasi muda meliputi 2 hal:
-          Generasi muda sebagai objek pembinaan dan pengembangan  :  generasi muda masih memerlukan pembinaan dan pembekalan-pembakalan untuk menumbuhkan potensi dan kemampuan ke tingkat optimal.
-          Generasi muda sebagai subyek : generasi muda mampu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa dengan kemampuan dan keahlian yang dimilikinya.

Permasalahan  generasi muda
Ada beberapa permasalahan yang muncul dan yang harus dihadapi oleh generasi muda saat ini diantaranya:
-          Menurunnya jiwa idealisme, patriotism dan nasionalisme
-          Ketidakmatangan dalam memikirkan dan perencanaan masa depan
-          Kurangnya lapangan pekerjaan
-          Keterampilan dan keahlian para pemuda yang semakin menipis
-          Kekurangan gizi yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan gizi generasi muda.
-          Pergaulan bebas dan kenakalan remaja yang semakin membahayakan

Kurangnya kemampuan, keterampilan dan keahlian merupakan salah satu masalah yang dihadapi generasi muda saat ini. Hal ini tidak terlepas dari para pemuda yang tidak mampu untuk mengenyam pendidikan yang tinggi.

Jumat, 15 Oktober 2010

[ISD - BAB 3] Penduduk, Masyarakat dan kebudayaan


Dalam artikel ini akan membahas mengenai Individu, keluarga dan masyarakat. Sesuai dengan SAP untuk mata kuliah Ilmu Sosia Dasar (ISD) dimana mahasiswa harus menguasai beberapa point  berikut:
Pertumbuhan individu
-          Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian individu
-          Mahasiswa dapat menjelaskan penngertian pertumbuhan
-          Mahasiswa dapat menyebutkan faktor-faktor yang  mempengaruhi pertumbuhan
Fungsi Keluarga
-          Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian fungsi keluarga
-          Mahasiswa dapat menyebutkan macam-macam fungsi keluarga

Individu, keluarga dan masyarakat
-          Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian keluarga
-          Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian masyarakat
-          Mahasiswa dapt menyebutkan 2 golongan masyarakat
-          Mahasiswa dapat membedakan antara kelompok masyarakat non industri dengan masyarakat industri
Hubungan antara Individu keluarga dan masyarakat
-          Mahasiswa dapat menjelaskan makna Individu
-          Mahasiswa dapat menjelaskan  makna keluarga
-          Mahasiswa dapat menjelaskan makna masyarakat
-          Mahasiswa dapat menjelaskan hubungan antara individu, keluarga dan masysakat
Urbanisasi
-          Mahsiswa dapat menjelaskan pengertian urbanisasi
-          Mahasiswa dapat menjelaskan proses terjadinya urbanisasi
Maka dari itu saya akan menjelaskan secara rinci mengenai point-point diatas.

PERTUMBUHAN INDIVIDU
1.       INDIVIDU
Individu adalah satuan terkecil yang tidak bisa dibagi-bagi lagi.Sedangkan menurut konsep Sosiologi individu adalah manusia yang hidup berdiri sendiri. Individu berasal dari bahasa latin (individum). Selain bersifat terbatas,individu juga berhubungan denagn karakteristik. Satu individu dengan individu yang lain mempunyai karakteristik yang berbeda-beda.

2.       PERTUMBUHAN
Pertumbuhan dapat dikaitkan dengan suatu siklus yang dimana proses selalu meningkat dan tak terbalikkan (Irreversible). Ada 3 alran yang menanggapi mengenai Pertumbuhan, 3 aliran tsb yaitu:
a.       Aliran Asosiasi , bahwa pertumbuhan adalah proses asosiasi
b.      Aliran Psichologi Gestalt, bahwa pertumbuhan adalah proses diferensiasi
c.       Aliran Sosiologi, bahwa pertumbuhan adalah proses sosiologi.

3.       Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan.

Secara garis besar dapat digolongkan menjadi 3 golongan , yaitu:
a.       Pendirian Nativistik
Pada golongan ini menjelaskan bahwa individu ditenttukan oleh faktor bawaan sejak lahir

b.      Pendirian Empiristik dan Environmentalistik
Bertolak belakang dengan pendaoat nativistik, bahwa pertumbuhan ditentukan oleh faktor lingkungan.

c.       Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme
Dapat dianggap bahwa golongan ini adalah perpaduan antara Nativistik,dan empiristik, bahwa pertumbuhan ditentukan interaksi antara dasar dan lingkungan.

d.      Tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi
Fase pertumbuhannya adalah sebagai berikut:
1.       Masa Vital (0-2 thn)
2.       Masa Estetik (2-7 thn)
3.       Masa intelektual (7-14 thn)
4.       Masa social (13-21 thn)
KELUARGA
Berasal dari kata “kula” “warga” dalam bahasa sansekerta yang artinya “anggota” atau “kelompok kerabat”. Keluarga adalah sebuah unit terkecil, tingkat nya tepat diatas individu.Ciri-ciri salah satunya yaitu masih memiliki hubungan darah dengan individu yang lain. Keluarga mempunyai peranan penting dalam mengembangkan individu.Dimana dalam sebuah keluarga terdapat beberapa individu yang mempunyai peranannya masing-masing. Terdiri dari ibu, ayah dan anak.
1.       Pengertian Fungsi keluarga
Keluarga mencakup dari beberapa individu. Individu-individu tersebut mempunyai peranan nya sendiri-sendiri dalam sebuah keluarga. Contohnya: ayah, mempunyai peranan yang paling penting karena sebagai seorang kepala keluarga, salah satunya memenuhi kebutuhan kehidupan dalam sebuah keluarga.

2.       Macam macam fungsi keluarga.
a.       Fungsi biologis,
hal ini menyangkut masalah kelangsungan keturunan dalam sebuah keluarga. Perkawinan adalah suatu cara untuk memelihara kelangsungan keturunan.
b.      Fungsi Pemeliharaan,
untuk memelihara keamanan dalam masyarakat cara yang paing dasar adalah memelihara keamanan dari masing-masing keluarga. Setiap individu mempunyai tanggung jawabnya masing-masing untuk menjaga individu yang lainnya khususnya dalam keluarga.
c.       Fungsi ekonomi,
masing-masing anggoa keluarga pastinya memiliki kebutuhan dari tingkat permier, sekunder maupun tersier. Sebagai kepala keluarga maupun orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dalam sebuah keluarga
d.      Fungsi keagamaan,
selain kebutuhan ekonomi, kebutuhan keagamaan juga diperlukan. Dalam keluarga kebutuhan religi dapat diterapkan dalam sebuah keluarga
e.      Fungsi Sosial,
orang tua dalam sebuah keluarga pastinya memiliki tanggung jawab yang penting dalam memberikan pelajaran-pelajaran social kepada anaknya agar kelak dapat memiliki peranan yang penting dalam sebuah himpunan masyarakat.
INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT
1.       Pengertian Keluarga
Berasal dari kata “kula” “warga” dalam bahasa sansekerta yang artinya “anggota” atau “kelompok kerabat”. Keluarga adalah sebuah unit terkecil, tingkat nya tepat diatas individu.Ciri-ciri salah satunya yaitu masih memiliki hubungan darah dengan individu yang lain. Keluarga mempunyai peranan penting dalam mengembangkan individu.Dimana dalam sebuah keluarga terdapat beberapa individu yang mempunyai peranannya masing-masing. Terdiri dari ibu, ayah dan anak.

2.       Pengertian Masyarakat
Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya

3.       Golongan Masyarakat
Masyarakat dibagi menjadi 2 golongan:
a.       Masyarakat Sederhana
Pola hidup dari masyarakat sederhana adalah mata pencahariannya yang bersifat tradisional. Contohnya : bertani, berladang dan berkebun. Umunya pekerjaan laki-laki lebih berat tanggunganya dari pada wanita
b.      Masyarakat Maju / modern
Pola hidup dari masyarakat modern lebih kepada kemajuan teknologi-teknologi yang ada. Pria dan wanita mempunyai tanggung jawab pekerjaannya masing masing dan tidak ada diskriminasi
4.       Masyarakat Industri dan Masyarakat Non-Industri
-          Masyarakat Industri,
Pola hidup di masyarakat industry lebih berdasarkan klasifikasi . Sehingga bagi sebagian masyarakat yang memiliki bidang keahlian tertentu melakukan pekerjaan nya sesuai dengan keahliannya tersebut secara mandiri. Taraf klasifikasinya meliputi taraf yang sederhana dan yang kompleks.
-          Masyarakat Non Industri,
Dibagi menjadi 2 kelompok yaitu,
Kelompok primer , pola hidupnya lebih bersifat kekeluargaan dan simpati, sehingga pembagian kerja nya lebih berdasarkan kesadaran masing-masing anggota.
Kelompok sekunder, pola hidupnya lebih formal daripada kelompok primer, sehingga pembagian kerja lebih objektif.

HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT

  1. Makna Individu
Individu adalah bagian terkecil dari populasi, dengan adanya individu yang saling tumbuh dan berkembang maka berpengaruh juga dengan keluarga dan masyarakat. Dalam kamus Echols & Shadaly (1975), individu adalah kata benda dari individual yang berarti orang, perseorangan, dan oknum. Berdasarkan pengertian di atas dapat dibentuk suatu lingkungan untuk anak yang dapat merangsang perkembangan potensi-potensi yang dimilikinya dan akan membawaperubahan-perubahan apa saja yang diinginkan dalam kebiasaan dan sikap-sikapnya.
  1. Makna Keluarga
Setiap individu Kelompok yang paing kecil dari individu adalah keluarga. Individu dalam suatu keluarga mempunyai tanggung jawab dan peranannya masing-masing. Misalnya seorang ayah sebagai kepala keluarga mempunyai peranan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, sedangkan seorang ibu mempunyai kewajiban untuk mengelola rumah tangga
  1. Makna masyarakat
Ø Oleh M.J Herskovist : Masyarakat adalah kelompok individu yang di organisasikan dan menguikuti satu cara hidup tertentu.
Ø Oleh hasan Shadily : Masyarakat adalah golongan besar atau kecil dari beberapa manusia dengan atau karena sendirinya,bertalian secara golongan dan mempuntai pengaruh kebatinan satu sama lain.
Dalam sekelompok masyarakat mempunyai kepentingan dan tujuan yang sama.
  1. Hubungan antara individu, keluarga dan masyarakat
hubungan antara masyarakat dan individu didasarkan bahwa masyarakat itu mempunyai suatu realitas tersendini. Masyarakat yang penting dan Individu itu hidup untuk masyarakat. Pandangan ini berakar pada realisme yaitu suatu aliran filsafat yang mengatakan bahwa konsep-konsep umum seperti manusia binatang, pohon, keadaan, keindahan dan sebagainya itu mewakili realita luar diri yang memikirkan mereka. Jadi di luar manusia yang sedang berpikir ada suatu realitas tertentu yang bersifat umum. Oleh karena itu berlaku secara umum dan tidak terikat oleh yang satu persatu. Jika mengatakan manusia itu makhluk jasmani dan rohani, maka kita membicarakan setiap manusia terlepas dan manusia yang manapun dan di manapun. Konsekuensi dari pendapat itu maka masyarakat itu merupakan suatu realitas. Masyarakat memiliki realitas tersendiri dan tidak terikat oleh unsur yang lain dan yang berlaku umum. Masyarakat yang dipindahkan oleh seseorang itu berada di luar orang yang berpikir tentang masyarakat itu sendiri. Sebelum individu ada masyarakat yang dipikirkan itu telah ada. Oleh karena itu masyarakat itu tidak terikat pada individu yang memikirkannya. Menurut K J Veerger (1986) ada tiga pandangan yang memandang masyarakat sebagai suatu realitas yaitu pandangan holistis, organis dan kolektivitis. (sumber : community.gunadarma.ac.id)

URBANISASI

1.       Pengertian Urbanisasi
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota.

2.       Proses terjadinya urbanisasi
Proses terjadinya urbanisasi dikarenakan oleh faktor-faktor berikut :
A. Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi
   1. Kehidupan kota yang lebih modern dan mewah
   2. Sarana dan prasarana kota yang lebih lengkap
   3. Banyak lapangan pekerjaan di kota
   4. Di kota banyak perempuan cantik dan laki-laki ganteng
   5. Pengaruh buruk sinetron Indonesia
   6. Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi jauh lebih baik dan berkualitas

B. Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi
   1. Lahan pertanian yang semakin sempit
   2. Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
   3. Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
   4. Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
   5. Diusir dari desa asal
   6. Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
Sumber : Buku MKDU Ilmu Sosial Dasar
                  Wikipedia
                 Community.gunadarma.ac.id

Senin, 04 Oktober 2010

[ISD - BAB I ] PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN


         A. PENDAHULUAN

Aspek-aspek kehidupan manusia dari tahun ke tahun semakin berkembang seiring dengan pertambahan penduduk. Pola pikir masyarakat dalam segala aspek di jaman dahulu dengan era saat ini tentunya sudah jauh berbeda, contohnya dalam aspek social, ekonomi, politik, pendidikan,kebudayaan dan sebagainya, sehingga peluang-peluang dalam mencari mata pencaharian baru yang semakin kompleks juga kebudayaan-kebudayaan yang berbeda di jaman dahulu dengan saat ini. 

B.     B.PERTUMBUHAN PENDUDUK
Pertubuhan penduduk merupakan salah satu fkator utama yang perlu di perhatian oleh sebuah Negara bahkan seluruh dunia. Kemerataan penduduk di setiap wilayah, ketersediaan bahan pangan juga besar kecilnya peluang kerja harus berjalan sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhan penduduknya. Karena tingkat pengangguran, pendidikan, kemiskinan, dan kriminalitas tergantung dari pertumbuhan penduduknya.

Indonesia merupakan Negara dengan penduduk terpadat setelah cina dan india, hal ini tentunya dapat menimbulkan masalah kependudukan seperti :
  • Terjadinya perlambatan penurunan laju pertumbuhan penduduk
  •   Penurunan kualitas penduduk
  • Semakin tak terarahnya pola mobilitas penduduk
Sementara itu, sampai dengan tahun 2015 akibat pertumbuhan penduduk dimasa lalu, jumlah penduduk Indonesia masih akan bertambah lebih dari 4 juta per tahun. Sampai tiga dasawarsa terakhir ini, pertumbuhan penduduk di Indonesia semakin menurun sekitar 1.3%

Tahun
Laju pertumbuhan penduduk
1961-1971
2.1 %
1971-1980
2.32 %
1980-1990
1.97 %
1990-2000
1.48 %
2000 – saat ini
1.3 %
Sumber : www.ifppd.org
Laju pertumbuhan yang ada di Indonesia maupun negara lainnya dipengaruhi oleh factor-faktor  demografi berikut ;
1. Kematian (mortalitas)
2. Kelahiran (fertilitas)
3. Migrasi

1. kematian
a. Crude Death Rate
Jumlah kelahiran hidup/tahun x 1000
Jumlah penduduk pertengahan th (1 Juli)

b. Age Spesific Death Rate (angka kematian usia tertentu)
Jumlah kematian oleh golongan usia ttt per th x 1000
Jumlah pddk gol usia yg bersangkutan pd pertengahan th (1 Juli)2. Kelahiran
2. Kelahiran
a. Tingkat Kelahiran Kasar / Crude Birth Rate [CBR]
Banyaknya kelahiran hidup pada suatu periode (tahun) per 1000 penduduk pada periode yg sama. Pengukurannya:
 (jumlah kelahiran selama 1 periode[1 thn]:jml penduduk pertengahan periode[thn])*1000

b. General Fertility Rate (GFR)
Banyaknya kelahiran hidup pada suatu periode (tahunan) per 1000 penduduk perempuan usia 15-49 tahun pertengahan tahun periode/tahun yg sama
Pengukurannya:
 (Jumlah lahir hidup setahun : Jumlah wanita dalam “masa mampu hamil”) *1000
Masa mampu hamil = 15 – 49 th

c. ASFR Tingkat kelahiran khusus (menurut umur)
Banyaknya kelahiran hidup pada perempuan kelompok umur ttt pada suatu periode (tahun) per 1000 penduduk perempuan kelompok umur yg sama pada pertengahan tahun yg sama.
Pengukuran:
(Jumlah lahir hidup wanita usia ttt : Jumlah wanita dengan usia ttt) * 1000
Umur perempuan
Jumlah perempuan
Jumlah kelahiran
ASFR
1
2
3
4=3/2x1000
15-19
219.670
10.360
47
20-24
183.850
30.040
163
25-29
155.880
35.200
226
30-34
138.440
29.680
214
35-39
126.600
12.500
99
40-44
115.460
4.200
36
45-49
66.960
690
10
Sumber : www.bkkbn.go.id

3. Migrasi
Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dalam kurun waktu tertentu. Perpindahan tersebut meliputi:
Urbanisasi : dari desa --> ke kota
Transmigrasi : dari kota --> ke desa

Faktor pendorong terjadinya migrasi, yaitu:
  • -          Bencana alam
  • -          Peluang kerja yang semakin menipis
  • -          Tidak terbiasa dengan adat istiadat yang ada
  • -          Berkurang nya sumber daya alam

Faktor penarik adanya migrasi:
  • -          Pendidikan yg lebih tinggi
  • -          Peluang kerja yang besar
  • -          Lingkungan hidup yang menyenangkan
  • -          Pendapatan yg lebih besar

Migrasi adalah salah satu upaya yg sedang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi ketidakmerataan penduduk di Indonesia contohnya saja perbandingan kepadatan penduduk di Pulau Jawa dengan Pulau Irian yang masih terlalu jauh.

 4. Piramida Penduduk
Komposisi penduduk perlu diketahui untuk berbagai hal antara lain :
Untuk mengetahui sumber daya manusia yang tersedia atas dasar usia maupun jenis kelamin
Untuk mengambil kebijakan yang berhubungan dengan kependudukan
Untuk studi komparatif antar daerah
Untuk mengetahui proses demografi
Berdasarkan piramida penduduk, kita dapat membuat perbandingan berbagai karakteristik penduduk menurut Dependency Ratio (Rasio Ketergantungan) dan Sex Ratio (Rasio jenis kelamin).
Dependency Ratio
Perbandingan antara penduduk usia tidak produktif terhadap yang produktif.
d.r = ( P 0-14) + (P65+) x K
             dibagi (P15-64)

Keterangan :
d.r = dependency ratio
p = jumlah populasi usia tertentu
k = konstanta, biasanya kasus kontrol = 100 (%)


Sex Ratio
Sex ratio digunakan untuk mengukur komposisi jenis kelamin.
Sex Ratio = S penduduk laki-laki x 100 dibagi S penduduk perempuan

Sumber (www.geografi.web.id)


C.KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN

1 . Pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan di Indonesia

Budaya-budaya yang ada di Indonesia saat ini adalah warisan yang diberikan oleh nenek moyang bangsa kita dimana dapat menceritakan sejarah – sejarah yang ada di Indonesia sejak zaman batu, zama logam lalu zaman dimana masuknya kebudayan Hindu-Budha sampai dengan masuknya kebudayaan Islam di Indonesia. Salah satu contohnya adalah Candi Borobudur yang menjadi warisan kebudayaan Indonesia sebagai wujud keindahan kebudayaan Hindu Budha pada zamannya. Dalam pokok bahasan ini akan membahas kapan dan bagaimana budaya-budaya tersebut masuk ke Indonesia dan dapat hidup berkesinambungan hingga saat ini.
1.   
1.       2.Kebudayaan hindu dan budha

Agama hindu-Budha berkembang ke berbagai Negara di Asia lalu masuk ke Asia Tenggara dan akhirnya masuk Ke Indonesia.itulah awal dari sebuah perkembangan kebudayaan Hindu-Budha pada abad ke 3 dan ke 4.Agama Hindu bersifat polytheisme dengan dewa utamanya Trimurti yang terdiri dari Brahma,Wisnu dan Syiwa. Adapun kitab sucinya adalah Weda.Sedangkan agama Budha muncul setelah agama Hindu. Awalnya hanya sebagai suatu ajaran dalam rangka mencari kebenaran yang dilakukan pertama kali oleh Sidharta.

Berikut beberapa contoh kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Budha:
Ø  Kerajaan kutai , Kerjaan tertua yang ada di Indonesia didirikan sekitar abad 5M
Ø  Kerajaan Tarumanegara, terkenal dengan 7 buah prasasti batu yang ditemukan lima di Bogor
Ø  Kerajaan Sriwijaya, masa kejayaannya antara abad 7-13M terkenal sebagai Kerajaan maritim
Ø  Kerajaan Mataram Kuno
Ø  Kerajaan Kadiri
Ø  Kerajaan Singosari
Ø  Kerajaan Majapahit

Candi Borobudur juga merupakan salah satu bukti kebudayaan budha yang berkembang di Indonesia. Borobudur dibangun sekitar tahun 800 Masehi atau abad ke-9. Candi Borobudur dibangun oleh para penganut agama Buddha Mahayana pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Candi ini dibangun pada masa kejayaan dinasti Syailendra. Pendiri Candi Borobudur yaitu Raja Samaratungga yang berasal dari wangsa atau dinasti Syailendra. Kemungkinan candi ini dibangun sekitar tahun 824 M dan selesai sekitar menjelang tahun 900-an Masehi pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani yang adalah putri dari Samaratungga. Sedangkan arsitek yang berjasa membangun candi ini menurut kisah turun-temurun bernama Gunadharma. 

2.       3.Kebudayaan Islam    
      
Kebudayaan Islam masuk ke Indonesia pada Abad ke 15 dan abad ke 16 melalui perdagangan yang ada di Indonesia juga dakwah yang dilakukan oleh para muballigh. Disebarluaskan oleh Wali Sanga, sedangkan titik penyebaran nya adalah di Pulau jawa. Islam dapat masuk dan berkembang baik di Indonesia dikarenakan Islam masuk dengan cara yang baik-baik, tidak secara paksaan dan masyarakat pun merespon dengan baik dengan masuknya kebudayaan islam.
Indonesia merupakan Negara yang memiliki banyak Bandar-bandar untuk dilakukan transaksi perdagangan. Melalui Bandar-bandar inilah para kaum pedagang memperkenalkan dan menyebarluaskan ajaran-ajaran Islam. Bandar-bandar tersebut pada umumnya  tumbuh berkembang menjadi suatu lota dan bahkan menjadi sebuah  kerajaan. Oleh karena itu, pada zaman penyebaran islam, banyak kerajaan-kerajaan yang muncul terletak di pesisir pantai. Para pemimpin kerajaan tersebut masuk Islam sehingga rakyatnya mengikuti ajaran rajanya. Kerajaan-kerajaan yang berkembang pada masa penyebaran Islam contohnya seperti Perlak, Samudra Pasai, Palembang, Banten, Sunda Kelapa, Cirebon, Demak, Jepara, Tuban, Gresik, Banjarmasin, Gowa, Ternate, dan Tidore.
Selain melalui perdagangan, ajaran Islam berkembang atas usaha-usaha Wali Sanga. Para Wali sanga banyak yang dekat dengan kerabat kerajaan sehingga mempermudah dalam penyebaran agama Islam. Kesembilan wali tersebut adalah:

(1) Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim). Inilah wali yang pertama datang ke Jawa pada abad ke-13 dan menyiarkan Islam di sekitar Gresik. Dimakamkan di Gresik, Jawa Timur.
(2) Sunan Ampel (Raden Rahmat). Menyiarkan Islam di Ampel, Surabaya, Jawa Timur. Beliau merupakan perancang pembangunan Masjid Demak.
(3) Sunan Derajad (Syarifudin). Anak dari Sunan Ampel. Menyiarkan agama di sekitar Surabaya. Seorang sunan yang sangat berjiwa sosial.
(4) Sunan Bonang (Makdum Ibrahim). Anak dari Sunan Ampel. Menyiarkan Islam di Tuban, Lasem, dan Rembang. Sunan yang sangat bijaksana.
(5) Sunan Kalijaga (Raden Mas Said/Jaka Said). Murid Sunan Bonang. Menyiarkan Islam di Jawa Tengah. Seorang pemimpin, pujangga, dan filosof. Menyiarkan agama dengan cara menyesuaikan dengan lingkungan setempat.
(6) Sunan Giri (Raden Paku). Menyiarkan Islam di luar Jawa, yaitu Madura, Bawean, Nusa Tenggara, dan Maluku. Menyiarkan agama dengan metode bermain.
(7) Sunan Kudus (Jafar Sodiq). Menyiarkan Islam di Kudus, Jawa Tengah. Seorang ahli seni bangunan. Hasilnya ialah Masjid dan Menara Kudus.
(8) Sunan Muria (Raden Umar Said). Menyiarkan Islam di lereng Gunung Muria, terletak antara Jepara dan Kudus, Jawa Tengah. Sangat dekat dengan rakyat jelata.
(9) Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah). Menyiarkan Islam di Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon. Seorang pemimpin berjiwa besar. (by: ayuna.cybermq.com)


3.       4.Kebudayaan barat
Kebudayaan barat mulai masuk ke Indonesia pada masa penjajahan.Kebudayaan barat yang memiliki peranan yang besar adalah pada saat kaum pedagan Belanda mulai masuk dan menjajah Negara Indonesia untuk di eksploitasi hasil-hasil alamnya. Belanda membawa pengaruh yang besar bagi system pemerintahan yang ada di Indonesia, membawa system pemerintahan yang ada di negeri mereka lalu diterapkan dan diberlakukan di Indonesia.Pada masa Belanda, Indonesia di bagi dalam dua lapisan social yaitu:
1.       Lapisan Sosialyang terdiri dari kaum buruh.
2.       Lapisan social kaum pegawai.
Sistem pemerintahan tersebut mendorong masyarakat pribumi untuk merdeka dan melakukan gerakan-gerakan anti penjajahan dan mencapai kemerdekaan yang bisa kita rasakan sampai saat ini.
Namun hingga saat ini, system pemerintahan di Indonesia juga mengadopsi dari sistem-sistem pemerintahan yang ada di Barat. Sehingga dengan masuknya kebudayaan barat ke Indonesia member pengaruh yang besar kepada sistem pemerintahan yang ada di Indonesia.