Jumat, 18 Januari 2013

TUGAS BHS INDONESIA





Tema : Sistem Aplikasi Rekonsiliasi
judul : Rekonsiliasi Data Transaksi Jasa Telekomunikasi H2H

Kerangka Artikel
1. Apa itu rekonsiliasi
2. Apa itu rekonsiliasi data transaksi Jasa Telekomunikasi H2H
3. Pihak - pihak yang terkait dengan proses Rekonsiliasi data transaksi Jasa Telekomunikasi H2H
4. Proses dasar aplikasi rekonsiliasi data transaksi Jasa Telekomunikasi H2H
5. Fngsi Rekonsiliasi data transaksi Jasa Telekomunikasi H2H

1.       REKONSILIASI
                Disaat adanya suatu kegiatan yang dijalankan dan berhubungan dengan stakeholder yang lainnya maka disetiap pihak mempunyai pegangan data yang dijadikan acuan. Namun kenyataannya tidak semua acuan data yang dipunya dapat sesuai dengan  data yang dimiliki oleh pihak lainnya. Sedangkan antara pihak yang satu dengan pihak yang lainnya harus menyepakati sebuah data yang hasilnya sama sebagai acuan.Oleh karena itu adanya suatu kegiatan yang disebut dengan rekonsiliasi. Rekonsiliasi adalah proses pencocokan data yang diproses dengan sistem yang berbeda berdasarkan dokumen sumber yang sama. Dari hasil rekonsiliasi itulah dapat diputuskan sebuah data yang dapat dijadikan acuan bersama-sama.

2.       REKONSILIASI DATA TRANSAKSI JASA TELEKOMUNIKASI  H2H
                Saat ini ada beberapa metode pembayaran  tagihan Jasa Telekomunikasi  (Jastel), salah satunya melalui ATM.Proses pembayaran tagihan jastel melalui mesin ATM melibatkan Bank sebagai Collecting Agent dan Telkom sebagai Biller nya.Namun transaksi tidak dapat terjadi tanpa adanya penghubung antara Collecting Agent dan Biller, dalam hal ini disebut sebagai switching.Masing-masing pihak yaitu CollecTing Agent dan Biller mempunyai data acuannya sendiri yang kenyataannya tidak selalu sama jumlah data antara yang dimiliki oleh Collecting Agent dengan yang dimiliki oleh Biller. Switching yang berfungsi melakukan rekonsiliasi data sehingga data acuan yang dipakai oleh Collecting Agent dengan Biller sama.Mencocokkan jumlah transaksi  yang dimiliki oleh Collecting Agent dan  Biller untuk transaksi jasa telekomunikasi H2H dengan menggunakan suatu sistem aplikasi tertentu sehingga menghasilkan data baru yang dapat digunakan sebagai acuan disebut dengan rekonsiliasi data transaksi jasa telekomunikasi H2H.

3.       PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DENGAN PROSES REKONSILIASI
Dalam melakukan proses rekonsiliasi transaksi jasa telekomunikasi H2H ketiga pihak yang terlibat langsung yaitu Collecting Agent, Biller dan Switching.Masing-masing pihak harus memiliki Tim finansial dan khusus pihak switching hasrus memiliki tim IT yang menyediakan sistem untuk proses rekonsiliasi.

4.       PROSES DASAR APLIKASI REKONSILIASI TRANSAKSI JASA TELEKOMUNIKASI H2H
Collecting Agent, dan Biller bersama-sama melakukan pengumpulan data ke switching agar s dapat memulai proses rekonsiliasi. Metode pengumpulan data dari masing-masing pihak dilakukan dengan proses upload data ke FTP yang dimiliki oleh switching.Berdasarkan data di FTP itulah sistem yang dimiliki oleh switching  memulai proses rekonsiliasi. Data yang dihasilkan oleh sistem berupa 3 macam data, yaitu data Settle ,Biller Only dan CA only. Data settle adalah data yang diakui oleh kedua belah pihak, data Biller only adalah data yang hanya diakui oleh Biller dan CA only adalah data yang hanya diakui oleh CA. Data Biller Only maupun data CAOnly kedepannya akan didiskusikan ke masing-masing pihak apakah akan diakui atau tidak. Sedangkan data Settle adalah data yang pasti diakui oleh Biller dan CA sehingga dapat diproses lanjut.

5.       FUNGSI REKONSILIASI TRANSAKSI JASA TELEKOMUNIKASI H2H
Dengan adanya proses rekonsiliasi ini, maka setiap pihak tidak ada yang merasa dirugikan. Mengingat data transaksi ini terkait dengan jumlah dana yang harus disetorkan oleh pihak Collecting Agent ke Biller.Jika sistem rekonsiliasi ini sudah sangat baik performansinya, maka kedepannya rekonsiliasi ini mampu menampung jumlah data dalam jumlah besar.

Minggu, 25 November 2012

[Lecture] Tugas Bahasa Indonesia 3

Tugas Kelompok :
1. Edi Hartawan ( 18110876 )
2. Nurul An Nisa  ( 15110202 )
3. Satria Syahriful M. ( 16110406 )


Contoh artikel :
1. Apa yang pertama kali ada di layar monitor ketika menggunakan perangkat lunak sistem disebut antarmuka pengguna (user interface), yakni layar tampilan yang bisa dikontrol dan berfungsi sebagai jembatan bagi Anda untuk berkomunikasi atau berinteraksi dengan komputer. Seperti halnya dashboard yang terdapat di mobil, antarmuka inilah yang memberi tahu Anda mengenai apa yang sedang terjadi serta memiliki tombol dan switch untuk mengakomodasi keinginan Anda. Dari layar tersebut, Anda bisa memilih program aplikasi yang ingin dijalankan atau file data yang hendak dibuka.
2. Scanner atau scanner optic menggunakan alat sensor cahaya (optic)untuk menerjemahkan teks, gambar, foto, dan semacamnya ke dalam bentuk digital. Gambar tersebut kemudian bias diproses oleh computer, ditampilkan di monitor, disimpan pada alat penyimpan, atau ditransmisikan ke computer lain. Scanner telah menjadi awal dunia industry baru yakni electronic imaging , integrasi, dan manipulasi gambar yang dikontrol oleh perangkat lunak dengan menggunakan scanner, kamera digital, dan computer grafis yang canggih.
Tugas:

1. Tentukan ragam bahasa artikel di atas!
Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. Dari kedua artikel diatas saya amati ragam bahasa yang dipakai adalah ragam bahasa baku dan resmi. Terlihat pada salah satu kutipan kalimat dari artikel tersebut : “.., yakni layar tampilan yang bisa dikontrol dan berfungsi sebagai jembatan bagi Anda untuk berkomunikasi atau berinteraksi dengan komputer.”


2. Cari diksi (pilihan kata) dalam bidang sitem informasi yang ditemukan pada artikel tersebut dan jelaskan secara definitif.
  -  user interface adalah tampilan antar muka pengguna. User interface berfungsi sebagai mediator antara user dengan komputer.
  -  dashboard adalah sebuah antarmuka komputer yang menampilkan bagan,indicator,dan mekanisme.
  -  Transmisi adalah media yang menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi (data), karena jarak yang jauh, maka data terlebih dahulu diubah menjadi kode/isyarat, dan isyarat inilah yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam cara untuk diubah kembali menjadi data.
  -  switch adalah sebuah alat jaringan yang melakukan penjembatan taktampak (penghubung penyekatan (segmentation) banyak jaringan dengan pengalihan
  -  electronic imaging adalah  suatu sistem fotografi menggunakan sensor ditempat sebelah lensa kamera untuk menerjemahkan gambar.
  -  integrasi adalah saling berhubungan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain.
  -  Komputer grafis(pada artikel komputer grafis) adalah suatu proses pembuatan, penyimpanan dan manipulasi model dan citra melalui perangkat komputer.
  -  scanner adalah alat yang berfungsi untuk menyalin yang obyek berupa gambar/model untuk kemudian akan ditransfer ke PC.
  -  Transmisi adalah media yang menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi (data), karena jarak yang jauh, maka data terlebih dahulu diubah menjadi kode/isyarat, dan isyarat inilah yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam cara untuk diubah kembali menjadi data.


3. Temukan kesalahan penalaran, penulisan, dan efektivitas kalimat (gramatikal kalimat) (jika ada) dan lakukan perbaikan pada kalimat tersebut.
Pada artikel 1 :
Kesalahan penggunaan kata “apa” yang seharusnya digunakan membuar sebuah kalimat tanya, bukan untuk memperjelas suatu kalimat, contohnya pada kutipan kalimat pada artikel 1 ini : “Apa yang pertama kali ada di layar monitor ketika menggunakan perangkat lunak sistem disebut antarmuka pengguna (user interface),...”.
Pada Artikel 2 :
Kesalahan penggunaan kata penghubung yang terdapat pada kutipan kalimat berikut ini : “Gambar tersebut kemudian bias diproses oleh computer, ditampilkan di monitor, disimpan pada alat penyimpan, atau ditransmisikan ke computer lain.”. Untuk menggunakan kata penghubung seharunya tidak menggunakan tanda koma, melainkan bisa menggunakan kata “lalu” atau “kemudian”, contohnya berikut ini : “Gambar tersebut kemudian bias diproses oleh computer lalu ditampilkan di monitor kemudian disimpan pada alat penyimpan,atau ditransmisikan ke computer lain.”.
Kesalahan penulisan kata pada artikel 2 :
Scanner atau scanner optic menggunakan alat sensor cahaya (optic)untuk menerjemahkan teks, gambar, foto, dan semacamnya ke dalam bentuk digital. Gambar tersebut kemudian bias diproses oleh computer, ditampilkan di monitor, disimpan pada alat penyimpan, atau ditransmisikan ke computer lain. Scanner telah menjadi awal dunia industry baru yakni electronic imaging , integrasi, dan manipulasi gambar yang dikontrol oleh perangkat lunak dengan menggunakan scanner, kamera digital, dan computer grafis yang canggih.
Optic = optik
Bias = biasa
Computer = komputer
Industry = industri


4. Temukan kalimat topik dalam artikel di atas dan kembangkan opini kalian dengan topik tersebut.
Pada artikel 1 :
“Apa yang pertama kali ada di layar monitor ketika menggunakan perangkat lunak sistem disebut antarmuka pengguna (user interface), yakni layar tampilan yang bisa dikontrol dan berfungsi sebagai jembatan bagi Anda untuk berkomunikasi atau berinteraksi dengan komputer.”
Seiring dengan perkembangan jaman dimana saat ini telah banyak bermunculan aplikasi maupun sistem operasi yang selalu dikembangkan demi mempermudah pemakaiannya kepada setiap pengguna.Adapun user interface yang menjadi tolak ukur penting dalam dalam menilai baik atau tidaknya sebuah program. Dari user interface itulah pengguna dapat berinteraksi dengan komputer.Semakin bagus tatanan user interface nya maka semakin mudah dan efisien pengguna dalam berinteraksi dengan komputer.
Pada artikel 2 :
“Scanner telah menjadi awal dunia industry baru yakni electronic imaging , integrasi, dan manipulasi gambar yang dikontrol oleh perangkat lunak dengan menggunakan scanner, kamera digital, dan computer grafis yang canggih.”
Lahirnya scanner membuka peluang lebar bagi pada industri di bidang yakni electronic imaging , integrasi, dan manipulasi gambar. Dimana yang sebelumnya kita hanya bisa menyajikan sebuah gambar dalam bentuk ilustrasi, kini dapat tertuang dalam bentuk digital.

Senin, 25 Juni 2012

[TOU 2] Uang, Bank, dan Penciptaan Uang

Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang.Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran. Keberadaan uang menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah daripada barter yang lebih kompleks, tidak efisien, dan kurang cocok digunakan dalam sistem ekonomi modern karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan nilai. Efisiensi yang didapatkan dengan menggunakan uang pada akhirnya akan mendorong perdagangan dan pembagian tenaga kerja yang kemudian akan meningkatkan produktifitas dan kemakmuran. Pada awalnya di Indonesia, uang —dalam hal ini uang kartal— diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Namun sejak dikeluarkannya UU No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, hak pemerintah untuk mencetak uang dicabut. Pemerintah kemudian menetapkan Bank Sentral, Bank Indonesia, sebagai satu-satunya lembaga yang berhak menciptakan uang kartal. Hak untuk menciptakan uang itu disebut dengan hak oktroi. Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote. Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti tempat penukaran uang . Sedangkan menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak Industri perbankan telah mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir. Industri ini menjadi lebih kompetitif karena deregulasi peraturan. Saat ini, bank memiliki fleksibilitas pada layanan yang mereka tawarkan, lokasi tempat mereka beroperasi, dan tarif yang mereka bayar untuk simpanan deposan. 2. Teori uang dan motif memegang uang Teori uang terdiri atas dua teori, yaitu teori uang statis dan teori uang dinamis. 1. Teori uang statis Teori Uang Statis atau disebut juga "teori kualitatif statis" bertujuan untuk menjawab pertanyaan: apakah sebenarnya uang? Dan mengapa uang itu ada harganya? Mengapa uang itu sampai beredar? Teori ini disebut statis karena tidak mempersoalkan perubahan nilai yang diakibatkan oleh perkembangan ekonomi. Yang termasuk teori uang statis adalah: • Teori Metalisme (Intrinsik) oleh KMAPP Uang bersifat seperti barang, nilainya tidak dibuat-buat, melainkan sama dengan nilai logam yang dijadikan uang itu, contoh: uang emas dan uang perak. • Teori Konvensi (Perjanjian) oleh Devanzati dan Montanari Teori ini menyatakan bahwa uang dibentuk atas dasar pemufakatan masyarakat untuk mempermudah pertukaran. • Teori Nominalisme Uang diterima berdasarkan nilai daya belinya. • Teori Negara Asal mula uang karena negara, apabila negara menetapkan apa yang menjadi alat tukar dan alat bayar maka timbullah uang. Jadi uang bernilai karena adanya kepastian dari negara berupa undang-undang pembayaran yang disahkan. 2. Teori uang dinamis • Teori Kuantitas dari David Ricardo Teori ini menyatakan bahwa kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung pada jumlah uang yang beredar. Apabila jumlah uang berubah menjadi dua kali lipat, maka nilai uang akan menurun menjadi setengah dari semula, dan juga sebaliknya. • Teori Kuantitas dari Irving Fisher Teori yang telah dikemukakan David Ricardo disempurnakan lagi oleh Irving Fisher dengan memasukan unsur kecepatan peredaran uang, barang dan jasa sebagai faktor yang mempengaruhi nilai uang. • Teori Persediaan Kas Teori ini dilihat dari jumlah uang yang tidak dibelikan barang-barang. • Teori Ongkos Produksi Teori ini menyatakan nilai uang dalam peredaran yang berasal dari logam dan uang itu dapat dipandang sebagai barang. 3. Motif Memegang Uang Manusia memiliki alasan masing-masing dalam memegang uang / duit dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka mau memiliki dan menyimpan uang di rumah, di bank, di dompet, di celengan, dan lain sebagainya. 1. Untuk kebutuhan Transaksi 2. Untuk Berjaga-Jaga 3. Untuk Mendapatkan Keuntungan / Berinvestasi 3. Bank sentral & Bank Umum Bank Sentral Bank sentral adalah suatu institusi yang bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas harga atau nilai suatu mata uang yang berlaku di negara tersebut, yang dalam hal ini dikenal dengan istilah inflasi atau naiknya harga-harga yang dalam arti lain turunnya suatu nilai uang. Bank Sentral menjaga agar tingkat inflasi terkendali dan selalu berada pada nilai yang serendah mungkin atau pada posisi yang optimal bagi perekonomian (low/zero inflation), dengan mengontrol keseimbangan jumlah uang dan barang. Apabila jumlah uang yang beredar terlalu banyak maka bank sentral dengan menggunakan instrumen dan otoritas yang dimilikinya. Bank Umum Bank umum adalah lembaga keuangan uang menawarkan berbagai layanan produk dan jasa kepada masyarakat dengan fungsi seperti menghimpun dana secara langsung dari masyarakat dalam berbagai bentuk, memberi kredit pinjaman kepada masyarakat yang membutuhkan, jual beli valuta asing / valas, menjual jasa asuransi, jasa giro, jasa cek, menerima penitipan barang berharga, dan lain sebagainya. 4. Kebijakan Moneter Kebijakan Moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Usaha tersebut dilakukan agar terjadi kestabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan. Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu : 1. Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang edar 2. Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policu) Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain : 1. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation) Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Namun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang. 2. Fasilitas Diskonto (Discount Rate) Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah duit yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum terkadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang. 3. Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio) Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio. 4. Himbauan Moral (Moral Persuasion) Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian. http://thisblogqadafi.blogspot.com/2012/04/uang-bank-dan-penciptaan-uang.html http://tanamalt.blogspot.com/2012/03/uang-bank-dan-penciptaan-uang.html

[TOU 2] Analisis Pendapatan Nasional untuk Perekonomian tertutup Sederhana dan pertumbuhan Ekonomi

Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor adalah Produk Nasional Neto dikurangi pajak tak langsung ditambah subsidi . Jumlah inilah yang diterima faktor produksi yang dimiliki penduduk suatu negara . Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor merupakan penjumlahan dari lima hal , yaitu a. Upah atau gaji yang diterima buruh atau karyawan b. Pendapatan dari seseorang yang melakukan bisnis individu (bukan perusahaan) c. Keuntungan perusahaan d. Pendapatan bunga selisih dari perusahaan e. Pendapatan sewa Model anlalisis dengan variabel investasi dan tabungan Model Analisis dengan variabel investasi tabungan adalah pengeluaran yang akan digunakan untuk memproduksi barang dan jasa yang lebih banyak lagi , atau dengan kata lain merupakan pengeluaran yang ditambahkan kepada komponen-komponen barang modal . Tujuan dari pelaksanaan model analisis dengan variabel investasi tabungan ini adalah mencari keuntungan di kemudian hari melalui pengoperasiaan mesin dan pabrik . Analisis keuangan pemerintah biasanya mencakup 4 aspek sebagai berikut, yaitu : Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor adalah Produk Nasional Neto dikurangi pajak tak langsung ditambah subsidi . Jumlah inilah yang diterima faktor produksi yang dimiliki penduduk suatu negara . Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor merupakan penjumlahan dari lima hal , yaitu a. Upah atau gaji yang diterima buruh atau karyawan b. Pendapatan dari seseorang yang melakukan bisnis individu (bukan perusahaan) c. Keuntungan perusahaan d. Pendapatan bunga selisih dari perusahaan e. Pendapatan sewa Model anlalisis dengan variabel investasi dan tabungan Model Analisis dengan variabel investasi tabungan adalah pengeluaran yang akan digunakan untuk memproduksi barang dan jasa yang lebih banyak lagi , atau dengan kata lain merupakan pengeluaran yang ditambahkan kepada komponen-komponen barang modal . Tujuan dari pelaksanaan model analisis dengan variabel investasi tabungan ini adalah mencari keuntungan di kemudian hari melalui pengoperasiaan mesin dan pabrik . Analisis keuangan pemerintah biasanya mencakup 4 aspek sebagai berikut, yaitu : Operasi keuangan pemerintah dalam hubungan dengan defisit / surplus anggaran dan sumber-sumber pembiayaannya; Dampak operasi keuangan pemerintah terhadap kegiatan sektor riil melalui pengaruhnya terhadap Pengeluaran Konsumsi dan Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) pemerintah; Dampak rupiah operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan pemerintah terhadap ekspansi bersih pada jumlah uang yang beredar; Dampak Valuta Asing operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan pemerintah terhadap aliran devisa masuk bersih. Terdapat sumber data untuk memperkirakan Investasi dan Tabungan Nasional, yaitu : · data Produk Domestik Bruto atas dasar harga berlaku menurut penggunaan [lihat tabel III dan III.1] · Neraca Arus Dana yang digunakan oleh tim gabungan B.P.S., Bank Indonesia, dan Departemen Keuangan. Dalam menganalisis pertumbuhan Produk Domestik Bruto terlihat adanya kecenderungan untuk lebih menggunakan data Produk Domestik Bruto menurut penggunaan. Kalau kita menganggap bahwa perkiraan Investasi dan Tabungan Nasional Bruto yang dihasilkan oleh Tim Gabungan B.P.S., Bank Indonesia, dan Departemen Keuangan lebih mendekati kebenaran, maka seyogyanya data statistik Produk Domestik Bruto menurut penggunaan yang dipublikasikan oleh B.P.S. perlu diperbaiki. Hubungan antara pertumbuhan ekonomi, infalsi dan pengangguran Salah Satu masalah jangka pendek dalam ekonomi yaitu inflasi, pengangguran dan neraca pembayaran. Inflasi (inflation) adalah gejala yang menunjukkan kenaikan tingkat harga umum yang berlangsung terus menerus. Ada tiga jenis inflasi yaitu: 1) inflasi tarikan permintaan (demand-pull inflation) 2) inflasi desakan biaya (cost-push inflation) 3) inflasi karena pengaruh impor (imported inflation). Tingkat inflasi yang terjadi dalam suatu negara merupakan salah satu ukuran untuk mengukur baik buruknya masalah ekonomi yang dihadapi suatu negara. Bagi negara yang perekonomiannya baik, tingkat inflasi yang terjadi berkisar antara 2 sampai 4 persen per tahun. Tingkat inflasi yang berkisar antara 2 sampai 4 persen dikatakan tingkat inflasi yang rendah. Selanjut tingkat inflasi yang berkisar antara 7 sampai 10 persen dikatakan inflasi yang tinggi. Didasarkan pada fakta itulah A.W. Phillips mengamati hubungan antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran. Dari hasil pengamatannya, ternyata ada hubungan yang erat antara inflasi dengan tingkat pengangguran, dalam arti jika inflasi tinggi, maka pengangguran akan rendah. Hasil pengamatan Phillips ini dikenal dengan kurva Phillip. Kurva Philip Masalah utama dan mendasar dalam ketenagakerjaan di Indonesia adalah masalah upah yang rendah dan tingkat pengangguran yang tinggi. Hal tersebut disebabkan karena, pertambahan tenaga kerja baru jauh lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan lapangan kerja yang dapat disediakan setiap tahunnya. Pertumbuhan tenaga kerja yang lebih besar dibandingkan dengan ketersediaan lapangan kerja menimbulkan pengangguran yang tinggi. Pengangguran merupakan salah satu masalah utama dalam jangka pendek yang selalu dihadapi setiap negara. Karena itu, setiap perekonomian dan negara pasti menghadapi masalah pengangguran, yaitu pengangguran alamiah (natural rate of unemployment). Untuk menggambarkan kurva Phillips di Indonesia digunakan data tingkat inflasi tahunan dan tingkat pengangguran yang ada. Data digunakan adalah data dari tahun 1980 hingga tahun 2005. Berdasarkan hasil pengamatan dengan data yang ada, maka kurva Phillips untuk Indonesia terlihat seperti gambar berikut : Kurva Phillips untuk Indonesia A.W. Phillips menggambarkan bagaimana sebaran hubungan antara inflasi dengan tingkat pengangguran didasarkan pada asumsi bahwa inflasi merupakan cerminan dari adanya kenaikan permintaan agregat. Dengan naiknya permintaan agre-gat, maka sesuai dengan teori permintaan, jika permintaan naik maka harga akan naik. Dengan tingginya harga (inflasi) maka untuk memenuhi permintaan tersebut produsen meningkatkan kapasitas produksinya dengan menambah tenaga kerja (tenaga kerja merupakan satu-satunya input yang dapat meningkatkan output). Akibat dari peningkatan permintaan tenaga kerja maka dengan naiknya harga-harga (inflasi) maka, pengangguran berkurang. Menggunakan pendekatan A.W.Phillips dengan menghubungkan antara pengangguran dengan tingkat inflasi untuk kasus Indonesia kurang tepat. Hal ini didasarkan pada hasil analisis tingkat pengangguran dan inflasi di Indonesia dari tahun 1980 hingga 2005, ternyata secara statistik maupun grafis tidak ada pengaruh yang signifikan antara inflasi dengan tingkat pengangguran. http://poenyaabi.blogspot.com/2012/04/tugas-11-12-teori-organisasi-umum-2.html http://threevia.wordpress.com/2011/04/17/organisasi-2-tugas-8/#more-475

[TOU2]Pendapatan Nasional

Pendapatan Nasional Konsep pendapatan nasional merupakan persiapan yang sangat pokok dalam usaha menangani masalah besar yaitu masalah pengangguran, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi. Beberapa konsep pendapatan nasional antara lain : · GNP (Gross National Product) / PNB (Produk Nasional Bruto) GNP adalah jumlah nilai mata uang dari barang dan jasa yang diprouksi dalam suatu perekonomian selama periode tertentu. GNP menggunakan ukuran harga yang berlaku di pasar untuk menghimpun angka dari berbagai jenis komoditi, mesin, dan sebagainya menjadi satu kesatuan angka. GNP ada 2 jenis, yaitu GNP riil yang mengukur total kuantitas output, dan GNP nominal yang yang mengukur nilai mata uang tahun berjalan dari output. Perbandingan antara GNP nominal dengan GNP riil disebut “harga GNP” atau faktor penyesuaian GNP (GNP deflator). Rumus : GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri · GDP (Gross Domestic Product) / PDB (Produk Domestik Bruto) GDP adalah nilai pasar dari semua barang dan jasa akhir (final) yang diproduksi dalam sebuah negara. GDP merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama 1 tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. · NNP (Net National Product) NNP adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (replacement) . Replacement penggantian barang modal atau penyusustan bagi peralatan produksi yang dipakai dalam proses produksi bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil. Rumus : NNP = GNP – Penyusutan

Senin, 11 Juni 2012

[TOU 2] Struktur Pasar

Pengertian Pasar Pasar secara sederhana merupakan tempat pertemuan antara penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual-beli barang dan jasa. Adapun pasar menurut kajian Ilmu Ekonomi memiliki pengertian bahwa pasar adalah suatu tempat atau proses interaksi antara permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual) dari suatu barang/jasa tertentu, sehingga akhirnya dapat menetapkan harga keseimbangan (harga pasar) dan jumlah yang diperdagangkan yang telah disepakati. Jadi setiap proses yang mempertemukan antara pembeli dan penjual, maka akan membentuk harga yang disepakati antara pembeli dan penjual. Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat melihat pasar dalam bentuk fisik seperti pasar barang (barang konsumsi). Secara sederhana pasar dapat dikelompokkan menjadi: 1. Menurut segi fisiknya : a. pasar tradisional b. pasar raya c. pasar abstrak (pasar melalui paypal atau internet) d. pasar konkrit (pasar baru di bekasi) e. toko swalayan (indomaret, alfamart) f. toko serba ada (giant, hypermart) g. dan lain-lain 2. Berdasarkan jenis barang yang dijual : a. pasar ikan b. pasar sayuran c. pasar buah-buahan d. pasar barang elektronik e. pasar barang perhiasan f. pasar bahan bangunan g. bursa efek dan saham, h. dan lain-lain Aktivitas usaha yang dilakukan di pasar pada dasarnya akan melibatkan dua subyek pokok, yaitu produsen dan konsumen. Kedua subyek tersebut masing-masing mempunyai peranan yang sangat besar terhadap pembentukan harga barang di pasar. STRUKTUR PASAR Struktur pasar adalah merupakan penggolongan pasar berdasarkan strukturnya. Struktur pasar sendiri dibagi kedalam beberapa bagian yaitu: ð Pasar Persaingan Sempurna Jenis struktur pasar atau industri dengan jumlah penjual (produsen) dan pembeli (konsumen) yang banyak dan produk yang dijual bersifat homogen dimana setiap penjual (produsen) dan pembeli (konsumen) tidak dapat mempengaruhi pasar atau industri. Persaingan sempurna merupakan struktur pasar yang paling ideal karena dianggap sistem pasar ini adalah struktur pasar yang akan menjamin terwujudnya kegiatan memproduksi barang atau jasa yang tinggi (optimal) efisiensinya. Perekonomian dalam negara Indonesia merupakan pasar persaingan sempuma. Akan tetapi dalam prakteknya tidaklah mudah untuk menentukan jenis industri yang struktur organisasinya digolongkan kepada persaingan sempurna yang murni, yaitu yang ciri-cirinya sepenuhnya bersamaan dengan dalam teori. Yang ada adalah yang mendekati ciricirinya, yaitu struktur pasar dari berbagai kegiatan disektor pertanian. Namun demikian, walaupun pasar persaingan sempurna yang murni tidak wujud di dalam praktek. CIRI-CIRI PASAR PERSAINGAN SEMPURNA · Setiap perusahaan adalah “pengambil harga” Artinya suatu perusahaan yang ada di dalam pasar tidak dapat menentukan atau merubah harga pasar. Adapun perusahaan di dalam pasar tidak akan menimbulkan perubahan ke atas harga pasar yang berlaku. Harga barang di pasar ditentukan oleh interaksi diantara keseluruhan produsen dan keseluruhan pembeli. · Setiap perusahaan mudah keluar atau masuk Artinya sekiranya perusahaan mengalami kerugian, dan ingin meninggalkan industri tersebut, langkah ini dengan mudah dilakukan. Sebaliknya apabila ada produsen yang ingin melakukan kegiatan di industri tersebut. Produsen tersebut dapat dengan mudah melakukan kegiatan tersebut. · Setiap perusahaan menghasilkan barang yang sama Artinya bahwa barang yang dihasilkan berbagai perusahaan tidak mudah untuk dibeda bedakan. Pembeli tidak dapat membedakan yang mana dihasilkan oleh produsen A atau B. · Banyak perusahaan dalam pasar Artinya karena jumlah perusahan sangat banyak dan relatif kecil jika dibandingkan dengan jumlah produksi dalam industri tersebut. Menyebabkan kenaikan atau penurunan harga, sedikitpun tidak mempengaruhi harga yang berlaku dalam pasar tersebut. · Pembeli mempunyai pengetahuan yang sempurna tentang keadaan di pasar Artinya bahwa pembeli mengetahui tingkat harga yang berlaku dan perubahanperubahan ke atas harga tersebut. Sehingga produsen tidak dapat menjual barangnya dengan harga yang lain lebih tinggi dan pada yang berlaku di pasar. Beberapa kelemahan / keburukan persaingan sempurna yaitu : Ü Persaingan sempurna tidak mendorong inovasi Ü Persaingan sempurna adakalanya menimbulkan biaya sosial Ü Membatasi pilihan konsumen Ü Biaya produksi dalam persaingan sempurna mungkin lebih tinggi Ü Distribusi pendapatan tidak selalu merata Ü Penjual tidak berani membuat harga seenaknya sendiri Ü Hanya ada dalam kondisi perekonomian ideal. Beberapa kelebihan pasar persaingan sempurna yaitu: Ü Karena biaya yang tidak terlalu tinggi, Ü Penjual bebas membuka dan menutup usahanya Ü Barang yang tersedia di pasar banyak Ü Penjual dan pembeli mencapai kepuasan maksimal. PERMINTAAN DAN HASIL JUALAN Dalam menganalisis usaha sesuatu perusahaan untuk memaksimumkan keuntungan, dua hal harus diperhatikan : Ü Biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan Ü Hasil penjualan dari barang yang dihasilkan perusahaan itu Sifat biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan adalah bersamaan, walau dalam struktur pasar manapun ia digolongkan. Sesuatu perusahaan itu berada dalam pasar persaingan sempurna, atau monopoli, atau oligopoli, atau persaingan monopolistis. Sifat dan hasil penjualan adalah berbeda di antara pasar persaingan sempurna dengan struktur pasar lainnya. Perbedaan ini disebabkan karena ditinjau dari sudut seorang produsen, bentuk permintaan yang dihadapi oleh seorang produsen di pasar persaingan sempurna berbeda sifatnya dengan yang dihadapi seorang produsen di pasar lainnya. PERMINTAAN PASAR DAN PERUSAHAAN Setiap perusahaan adalah pengambil harga, yaitu sesuatu perusahaan tidak mempunyai kekuasaan untuk menentukan harga. Interaksi seluruh produsen dan seluruh pembeli di pasar yang akan menentukan harga pasar, dan seorang produsen hanya "menerima" saja harga yang sudah ditentukan tersebut. Ini berarti berapa banyakpun barang yang diproduksikan dan dijual oleh produsen, ia adak akan dapat mengubah harga yang ditentukan di pasar, karena jumlah yang diproduksikan itu hanya sebagian kecil saja dari jumlah yang diperjual belikan di pasar. ð Pasar Persaingan Tidak Sempurna Pasar persaingan tidak sempurna merupakan kebalikan dari pasar persaingan sempurna, dimana terjadi ketidakseimbangan antara penjual dan pembeli dalam melakukan transaksi jual-beli barang atau jasa dimana terdapat beberapa keadaan berikut : Ü Pasar Monopolistik Pasar monopoli (dari bahasa Yunani: monos, satu + polein, menjual) adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai "monopolis". Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau —lebih buruk lagi— mencarinya di pasar gelap (black market). Ciri dan sifat Ada beberapa ciri dan sifat dasar pasar monopoli. Ciri utama pasar ini adalah adanya seorang penjual yang menguasai pasar dengan jumlah pembeli yang sangat banyak. Ciri lainnya adalah tidak terdapatnya barang pengganti yang memiliki persamaan dengan produk monopolis; dan adanya hambatan yang besar untuk dapat masuk ke dalam pasar. Hambatan itu sendiri, secara langsung maupun tidak langsung, diciptakan oleh perusahaan yang mempunyai kemampuan untuk memonopoli pasar. Perusahaan monopolis akan berusaha menyulitkan pendatang baru yang ingin masuk ke pasar tersebut dengan beberapa cara; salah satu di antaranya adalah dengan cara menetapkan harga serendah mungkin. Dengan menetapkan harga ke tingkat yang paling rendah, perusahaan monopoli menekan kehadiran perusahaan baru yang memiliki modal kecil. Perusahaan baru tersebut tidak akan mampu bersaing dengan perusahaan monopolis yang memiliki kekuatan pasar, image produk, dan harga murah, sehingga lama kelamaan perusahaan tersebut akan mati dengan sendirinya. Cara lainnya adalah dengan menetapkan hak paten atau hak cipta dan hak eksklusif pada suatu barang, yang biasanya diperoleh melalui peraturan pemerintah. Tanpa kepemilikan hak paten, perusahaan lain tidak berhak menciptakan produk sejenis sehingga menjadikan perusahaan monopolis sebagai satu-satunya produsen di pasar. ð Monopoli yang Tidak Dilarang Monopoli by Law Monopoli oleh negara untuk cabang-cabang produksi penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak. Monopoli by Nature Monopoli yang lahir dan tumbuh secara alamiah karena didukung iklim dan lingkungan tertentu. Monopoli by Lisence Izin penggunaan hak atas kekayaan intelektual. Pasar Monopolistik adalah salah satu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek. Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang dihasilkan pasti memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk lainnya. Contohnya adalah : shampoo, pasta gigi, dan lain-lain. Meskipun fungsi semua shampoo sama yakni untuk membersihkan rambut, tetapi setiap produk yang dihasilkan produsen yang berbeda memiliki ciri khusus, misalnya perbedaan aroma, perbedaan warna, kemasan, dan lain-lain. Pada pasar monopolistik, produsen memiliki kemampuan untuk memengaruhi harga walaupun pengaruhnya tidak sebesar produsen dari pasar monopoli atau oligopoli. Kemampuan ini berasal dari sifat barang yang dihasilkan. Karena perbedaan dan ciri khas dari suatu barang, konsumen tidak akan mudah berpindah ke merek lain, dan tetap memilih merek tersebut walau produsen menaikkan harga. Misalnya, pasar sepeda motor di Indonesia. Produk sepeda motor memang cenderung bersifat homogen, tetapi masing-masing memiliki ciri khusus sendiri. Sebut saja sepeda motor Honda, di mana ciri khususnya adalah irit bahan bakar. Sedangkan Yamaha memiliki keunggulan pada mesin yang stabil dan jarang rusak. Akibatnya tiap-tiap merek mempunyai pelanggan setia masing-masing. Pada pasar persaingan monopolistik, harga bukanlah faktor yang bisa mendongkrak penjualan. Bagaimana kemampuan perusahaan menciptakan citra yang baik di dalam benak masyarakat, sehingga membuat mereka mau membeli produk tersebut meskipun dengan harga mahal akan sangat berpengaruh terhadap penjualan perusahaan. Oleh karenanya, perusahaan yang berada dalam pasar monopolistik harus aktif mempromosikan produk sekaligus menjaga citra perusahaannya. Kelebihan pasar persaingan monopolistik: Ü Penjual tidak sebanyak pasar persaingan sempurna; Ü Memacu kreatifitas produsen; Ü Pembeli tidak mudah berpindah dari produk yang dipakai selama ini. Kelemahan pasar persaingan monopolistik: Ü Biaya mahal untuk ke pasar monopolistik; Ü Persaingan sangat berat. Ü Pasar Oligopolistik Pasar Oligopolistik merupakan kondisi pasar dimana hanya terdapat beberapa penjual yang saling bersaing dengan jumlah pembeli yang banyak . Pada pasar ini produsen yang satu sangat tergantung pada produsen yang lain ( jika yang satu maju maka yang lain akan tergeser.Pada pasar ini konsumen kurang bebas memilih karena kurangnya pilihan. Ciri - ciri persaingan Oligopoli : • Hanya ada satu beberapa pengusaha yang membuat barang / jasa yang pada dasarnya hampir sama. • Pasar tidak begitu luas , artinya konsumen tidak begitu melimpah. • Para pengusaha yang hanya sedikit itu sangat tergantung antara yang satu dengan yang lainnya, jika yang satu maju maka yang lain akan tergeser. Kelebihan : Terdapat sedikit penjual penjual , bagi produsen cukup menguntungkan karena pada tingkat harga tertentudapat mengendalikan harga.Tetapi jika terjadi perang harga , konsumen akan merasa diuntungkan . Kelemahannya : Produsen cenderung bersekutu ( kartel ) yang pada akhirnya dapat merugikan konsumen ( bersekutu dalam hal negatif). Contoh pasar Oligopolistik adalah : Industri semen di Indonesia, industri mobil di Amerika Serikat, dan sebagainya. Ü Pasar Duopolistik Pasar Duopoli adalah Suatu pasar dimana penawaran suatu jenis barang dikuasai oleh dua perusahaan atau penjual. Ciri-ciri dari pasar duopolistik adalah : - terdapat beberapa perusahaan di dalam pasar - terkadang perusahaan yang ada di pasar hanya dua - adanya unsur kolusi - kepemimpinan harga kelebihan dari pasar duopolistik: - efisiensi, bila sedikit perusahaan bisa lebih efisiensi - persaingan antar perusahaan di sisi harga bisa menguntungkan konsumen - mengurangi persaingan yang tidak bermanfaat kelemahan dari pasar duopolistik: - investasi sangat besar untuk memasuki pasar karena adanya suatu skala ekonomi - adanya hak paten - sulit berkompetisi - adanya kolusi yannux101.blog.esaunggul.ac.id/ http://venyregiant.blogspot.com/2012/04/teori-organisasi-umum-2-struktur-pasar.html Wikipedia.indonesia dwandascorporation.blogspot.com

[TOU 2] Ongkos dan Penerimaan

Pengertian Ongkos Ongkos adalah kurva yang menunjukan hubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan. Ongkos produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi guna memproduksi output. Macam-macam ongkos sebagai berikut : 1. Total Fixed Cost (Ongkos Total Tetap) adalah jumlah ongkos yang tetap yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi. Contoh penyusutan, sewa, dsb. 2. Total Variabel Cost (Ongkos Variabel Total) adalah Jumlah ongkos-ongkos yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkat yang dihasilkan. Contoh ongkos bahan mentah, tenaga kerja, dsb. 3. Total Cost (Ongkos Total) adalah penjumlahan antara ongkos total tetap dengan ongkos total variabel. TC = TFC + TVC 4. Averege Fixed Cost (Ongkos Tetap Rata-Rata ) adalah ongkos tetap yang dibebankan kepada setiap unit output. TFC AFC = Q = tingkat output 5. Averege Fixed Cost (Ongkos Variabel Rata-Rata) adalah ongkos variabel yang dibebankan untuk setiap unit output. 6. Averege Total Cost (Ongkos Total Rata-rata) adalah ongkos produksi yang dibebankan untuk setiap unit output. 7. Marginal Cost (Ongkos Marginal) adalah tambahan atau berkurangnya ongkos total karena bertambahnya atau berkurangnya satu unit output. ATC ATVC MC = ——— AQ AQ Ditinjau dari sudut waktu, ongkos dapat dibedakan menjadi : Ongkos Jangka Pendek. &Ongkos Jangka Panjang. Ongkos Produksi dibedakan menjadi : 1. Ongkos Produksi Jangka Pendek Dalam ongkos produksi jangka pendek perusahaan sudah mempunya! peralatan- peralatan untuk produksi seperti mesin, gedung dan tanah. Masalah yang perlu diper- hatikan adalah masalah kebijaksanaan bahan baku, tenaga kerja dan lain-lain yang merupakan ongkos variabel. Jadi dalam ongkos produksi jangka pendek ini terdapat ongkos tetap dan ongkos variabel. 2. Ongkos Produksi Jangka Panjang. Dalam ongkos produksi jangka panjang, perusahaan dapat menambah semua faktor produksi, sehingga tidak ada ongkos tetap dalam jangka panjang. Semua pengeluaran merupakan ongkos variabel. Selain itu ada lagi pengertian lain dari ongkos: 1. Biaya Ekonomi yaitu ongkos yang dikeluarkan atas penggunaan semua faktor produksi untuk menghasilkan output tertentu. 2. Biaya Akuntans, yaitu ongkos yang pengertiannya hampir sama dengan economic cost, tetapi ongkos disini dinyatakan secara tegas dalam pembukuan. Pengertian Penerimaan Didalam memproduksi suatu barang, ada dua hal yang menjadi fokus utama dari seorang pengusaha dalam rangka mendapatkan keuntungan yang maksimum, yaitu ongkos (cost) dan penerimaan (Revenue). Ongkos sebagaimana telah dijelaskan diatas, maka yang dimaksud dengan penerimaan adalah jumlah uang yang diperoleh dari penjualan sejumlah output atau dengan kata lain merupakan segala pendapatan yang diperoleh oleh perusahaan hasil dari penjualan hasil produksinya. Hasil total penerimaan dapat diperoleh dengan mengalikan jumlah satuan barang yang dijual dengan harga barang yang bersangkutan atau TR = Q x P. Penerimaan adalah segala penerimaan produsen dari hasil penjualan outputnya. Macam-macam dari penerimaan yaitu diantaranya : 1. Total Penerimaan (Total Revenue) yaitu penerimaan dari hasil penjualan. 2. Penerimaan Rata-rata (Avarage Total Revenue) yaitu rata-rata penerimaan dari per kesatuan produk yang dijual atau yang dihasilkan, dan yang diperoleh dengan jalan membagi hasil total penerimaan dengan jumlah satuan barang yang dijual. 3. Penerimaan Marginal (Marginal Revenue) yaitu suatu penambahan penerimaan atas TR sebagai akibat penambahan satu unti output. Jenis-jenis Penerimaan : - Total penerimaan (Total revenue : TR), yaitu total penerimaan dari hasil penjualan. Pada pasar persaingan sempurna, TR merupakan garis lurus dari titik origin, karena harga yang terjadi dipasar bagi mereka merupakan suatu yang datum (tidak bisa dipengaruhi), maka penerimaan mereka naik sebanding (Proporsional) dengan jumlah barang yang dijual. Pada pasar persaingan tidak sempurna, TR merupakan garis melengkung dari titik origin, karena masing perusahaan dapat menentukan sendiri harga barang yang dijualnya, dimana mula-mula TR naik sangat cepat, (akibat pengaruh monopoli) kemudian pada titik tertentu mulai menurun (akibat pengaruh persaingan dan substansi). - Penerimaan rata-rata (Avarage Total revenue: AR), yaitu rata-rata penerimaan dari per kesatuan produk yang dijual atau yang dihasilkan, yang diperoleh dengan jalan membagi hasil total penerimaan dengan jumlah satuan barang yang dijual. - Penerimaan Marginal (Marginal Revenue : MR), yaitu penambahan penerimaan atas TR sebagai akibat penambahan satu unit output. Dalam pasar persaingan sempurna MR ini adalah konstan dan sama dengan harga (P), dan berimpit dengan kurva AR atau kurva permintaan, bentuk kurvanya horizontal. Dalam pasar persaingan tidak sempurna MR, menurun dari kiri atas kekanan bawah & nilainya dapat berupa : 1. Positif; 2. Sama dengan nol; 3. Negatif. Bentuk matematis secara sederhana dapat ditulis : TR = P x Q P x Q AR = TR : Q atau Q = P dTR MR = dQ = TRn – TRn-1 Keuntungan Maximum I. Pendekatan Total Laba Total (p) adalah perbedaan antara penerimaan total (TR) dan biaya total (TC). Laba terbesar terjadi pada selisih posistif terbesar antara TR dengan TC. Pada selisih negative antar TR dengan TC perusahaan mengalami kerugian, sedang jika TR = TC perusahaan berada pada titik impas. Dalam menentukan keuntungan maksimum ada 2 cara sebagai berikut: a) Keuntungan maksimum dicari dengan jalan mencari selisih antara keuntungan maksimum dengan ongkos minimum. b) Keuntungan maksimum terjadi pada saat MR = MC. Hasil Penjualan Total,seluruh jumlah pendapatan yang diterima perusahaan dari menjual barangjang diproduksikannja dinamakan hasil penjualan total (TR:yaitu dari perkataan Total Revenue).Telah diterangkan bahwa dalam persaingan sempurna harga tidak akan berubah walau bagaimanapun banyaknya jumlah barang yang dijual perusahaan.Ini menyebabkan kurva penjualan total (TR) adalah berbentuk garis lurus yang bermula dari titik O. Mencari Keuntungan Dengan Pendekatan Total Kurva TC berada di atas kurva TR menggambarkan bahwa perusahaan mengalami kerugian. Produksi mencapai diantara 2 sampai 9 unit kurva TC berada di bawah kurva TR,perusahaan memperoleh keuntungan.Menentukan Keuntungan Maksimum dengan Kurva Biaya dan Penjualan Total.Garis tegak di antara TC dan TR,garis tegak yang terpanjang produksi adalah 7 unit,menggambarkan keuntungan yang paling maksimum.Produksi mencapai 10 unit atau lebih kurva TC telah beada di atas kurva TR kembali, perusahaan mengalami kerugian kembali.Perpotongan di antara kurva TC dan kurva TR dinamakan titik impas (break-even point) yang menggambarkan biaya total yang dikeluarkan perusahaan adalah sama dengan hasil penjualan total yang diterimanya.Perpotongan tersebut berlaku di dua titik,yaitu titik A dan titik B. http://restysetia.blogspot.com/2012/04/pengertian-ongkos-dan-penerimaan-2.html